Kamis, 20 Juni 2024
spot_img

Jika Jokowi Tak Dukung Jagoan Gerindra, Maka Prabowo Ditelikung Berulangkali

BERITA TERKAIT

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa 2024 mendatang sebagai jatah Prabowo Subianto bisa dimaknai dua hal, yakni, upaya mencairkan suasana politik hingga bargaining kepada parpol yang sedang meracik koalisi menuju 2024.

“Terkait pernyataan Jokowi bahwa setelah ini jatahnya Pak Prabowo, saya melihat seperti menghibur Prabowo dan Megawati,” kata Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam dikutip RMOL, Kamis (10/11).

Saiful Anam menilai, pernyataan Jokowi tersebut hanya untuk meredam adanya gejolak di tubuh partai politik.

“Itu hanya untuk mencairkan suasana dan juga untuk merekatkan kembali hubungan dengan Megawati yang dapat kita lihat lebih dekat dengan Prabowo,” ujar Saiful.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan, pernyataan Jokowi tersebut dapat dianggap serius apabila benar-benar memberikan dukungan kepada Prabowo pada 2024 yang akan datang.

“Dalam politik tidak ada yang datang begitu saja, pasti ada kalkulasi yang melandasinya. Tidak mungkin Jokowi terlalu dini memberikan dukungan secara serius kepada siapa pun, termasuk kepada Prabowo,” tukas Saiful.

Saiful menilai, pernyataan Jokowi merupakan politik tingkat tinggi. Selain bargaining kepada parpol yang ada, juga untuk mencairkan suasana.

“Jokowi seakan memiliki daya tawar sendiri di hadapan parpol, termasuk PDIP. Kalau pada akhirnya Jokowi tidak mendukung Prabowo, maka tentu Prabowo dapat dikatakan ditelikung oleh Jokowi berulangkali,” pungkas Saiful.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles