Kamis, 20 Juni 2024
spot_img

Gubernur BI Ungkap Empat Faktor Penghambat Laju Perekonomian Indonesia

BERITA TERKAIT

Laju ekonomi Indonesia tahun depan diprediksi mengalami perlambatan. Penyebabnya berasal dari eksternal.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung sejak Februari 2022 dan tidak diketahui kapan akan berakhir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perekonomian Indonesia melambat. Bahkan, tahun depan perang kedua negara ini diperkirakan masih memanas.

“Kondisi global tahun ini dan tahun ke depan itu masih akan terus bergejolak. Kita tidak tahu kapan selesainya perang Rusia dan Ukraina,” kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (21/11).

Perang yang tak kunjung usai ini ia sebut akan membuat krisis yang sudah terjadi seperti krisis energi, pangan dan keuangan akan terus berlanjut dan makin parah. Pertumbuhan ekonomi dunia melambat, harga barang-barang mahal, hingga inflasi yang melonjak.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya bisa mencapai 3 persen di tahun ini dan turun jadi 2,6 persen di 2023.

Faktor kedua, sambung Perry, perang dagang antar AS dan China yang juga belum menemukan titik temu. Berbagai sanksi balasan antar kedua negara masih terus berlanjut.

Selanjutnya, sambung Perry, faktor ketiga adalah ketegangan geopolitik di Taiwan yang kemungkinan bisa berakhir dengan perang. Keempat, kondisi kebijakan covid-19 di China.

Menurut Perry, China masih memperpanjang kebijakan zero covid-19 dengan memberlakukan lockdown, bahkan sampai 2024 mendatang.

Kebijakan ini tentu akan mempengaruhi ekonomi dunia. Sebab, China adalah ekonomi terbesar dunia kedua dan sekaligus mitra dagang utama Indonesia.

“Ini kondisi global yang berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia dan seluruh dunia, tentu saja itu juga berpengaruh dari tingginya harga energi dan lain-lain,” tandas Perry.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles