Kamis, 20 Juni 2024
spot_img

TikTok Rekrut Karyawan Baru di Tengah Perusahaan Teknologi Besar Diterpa Badai PHK

BERITA TERKAIT

Di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menerpa raksasa teknologi Meta selaku induk Facebook hingga Twitter, TikTok justru membuka rekrutmen karyawan baru.

TikTok berkomitmen untuk mempekerjakan 1.000 insinyur di kantor pusat yang berada di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Target khusus ini terkait dengan tujuan perusahaan untuk memastikan data pengguna AS diawasi di tengah pengawasan di Washington terkait hubungan perusahaan induk TikTok, ByteDance, dengan China.

CEO TikTok Shou Zi Chew mengatakan, meski saat ini banyak perusahaan teknologi diterpa badai PHK, perusahaannya tetap membuka perekrutan karyawan .

“Kami masih merekrut (karyawan). Walaupun, Anda tahu, dengan kecepatan yang menurut kami sesuai dengan tantangan global yang kami hadapi,” katanya dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.

Dalam situs resmi portal karier, aplikasi video pendek tersebut saat ini mencantumkan lebih dari 4.000 posisi global yang dibuka. Namun, tidak jelas seberapa sering situs rekrutmen tersebut diperbarui.

Sementara itu, Meta Platforms Inc yang merupakan induk Facebook melakukan PHK terhadap lebih dari 11 ribu karyawan atau 13 persen dari total karyawannya.

Per akhir September, perusahaan mempekerjakan 87.314 karyawan. PHK massal itu merupakan yang pertama kali dilakukan sejak 18 tahun berdiri. Keputusan itu diambil di tengah lonjakan biaya dan pelemahan pasar iklan.

Untuk Twitter, sejak akuisisi Twitter dirampungkan Elon Musk, setidaknya 3.700 pekerja alias setengah pekerja di perusahaan tersebut terkena PHK.

Musk berdalih PHK tersebut adalah upaya meningkatkan laba perusahaan setelah mengambil pembiayaan utang yang signifikan untuk mendanai akuisisinya senilai US$44 miliar.

Kabar terbaru, Amazon akan melakukan PHK kepada sekitar 10 ribu karyawannya. Isu itu pun dibenarkan oleh perusahaan pada Rabu (16/11).

PHK dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi dan penurunan tajam permintaan. Padahal, banyak raksasa teknologi menambah staf selama pandemi.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles