Sabtu, 20 Juli 2024
spot_img

Amazing, Saldo Rekening Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di BNI Nyaris Rp 100 Triliun

BERITA TERKAIT

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat diketahui memiliki saldo hampir Rp 1 triliun dalam rekening BNI atas namanya.

Isi rekening tersebut terungkap dalam salinan surat BNI Kantor Cabang Cibinong, tanggal 18 Agustus 2022.

Surat itu berisi berita acara penghentian sementara transaksi, berdasarkan permintaan PPATK.

Dalam dokumen yang dirilis di Channel Youtube Irma Hutabarat, surat ditandatangani Anita Amalia Dwi Agustine sebagai Asisten PNC, dan Rinawati Margono selaku Pemimpin BIdang Pembinaan Pelayanan.

Penghentian sementara transasi pada rekening atas nama Nofriansyah Yosua dilakukan atas dasar surat PPATK Nomor SR/9051/AT.05.01/VIII/2022.

Adapun dokumen itu ditunjukkan Glenn Tumbelaka, Ketua LMR RI.

Di Youtube Irma Hutabarat, Glenn mengatakan pihak keluarga sudah menemui pihak BNI.

Hanya saja saat itu dijawab oleh pihak bank, bahwa angka yang nyaris mencapai Rp 100 triliun itu bukan nominal uang.

“Jawabannya disebut itu bukan nomonalnya, tapi kode. Padahal kalau kode, tidak pakai Rp,” ungkap Glenn.

Pada dokumen lainnya yang ditunjukkan, ada surat dari BNI yang ditujukan kepada Nofriansyah Yosua di Sungai Bahar.

Surat itu memiliki perihal penghentian sementara rekening.

Pada dokumen itu, tertera ada dua rekening atas nama Nofriansyah Yosua di BNI.

Adapun dana RP 200 juta yang ditransfer setelah Yosua meninggal diduga berasal dari rekening yang kedua, yang isinya hanya ratusan juta.

Sementara rekening yang nominalnya fantastis hingga kini belum diketahui siapa sebenarnya yang selama ini menguasainya.

Pada sidang sebelumnya, Ferdy Sambo mengatakan yang ada di rekening Yosua adalah uangnya.

Sementara, Putri Candrawati mengaku bahwa dirinya yang membuka rekening atas nama Yosua Hutabarat dan Ricky Rizal di BNI. Alasannya, untuk digunakan keperluan rumah tangga.

Soal rekening gendut, hingga kini belum dibahas di persidangan.

Juga soal berapa saldo di rekening Yosua, Anita saat ditanya hakim mengatakan dia tidak punya kewenangan untuk menjawabnya.

Berapa Gaji Ferdy Sambo?

Saldo di rekening BNI atas nama Ricky Rizal, yang diklaim untuk keperluan rumah tangga keluarga Ferdy Sambo, mencapai Rp 662 juta.

Hal itu diketahui dari rekening koran yang dibuka di PN Jakarta Selatan oleh Anita, Costumer Services BNI, pada sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

Pada kesempatan yang sama, Ferdy Sambo mengatakan dirinya yang memiliki uang yang ada di rekening Yosua dan Ricky Rizal.

Dia mengatakan uang itu digunakan untuk keperluan rumah tangga di Jakarta dan Magelang.

Besarnya uang yang dipegang oleh ajudan ini membuat publik makin penasaran dengan gaji Ferdy Sambo semasa aktif jadi polisi dengan jabatan Kadiv Propam Polri.

Untuk diketahui, gaji pokok Ferdy Sambo diperkirakan sekitar Rp 5 juta.

Dia juga mendapatkan tunjangan kinerja sekitar Rp 29 juta per bulan sebagai kadiv propam.

Pendapatan lainnya yang sah sebagai Kadiv Propam adalah tunjangan lauk pauk, tunjangan anak dan istri, dan beberapa tunjangan lainnya, yang diperkirakan nilainya tidak sampai Rp 5 juta.

Berdasarkan analisa itu, maka gaji Ferdy sambo yang diterima tiap bulan diprediksi sekitar Rp 40 juta per bulan.

Alasan Pakai Nama Ajudan

Tim kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, mengatakan kliennya memakai nama ajudannya membuat rekening, hanya untuk keperluan rumah tangga.

“Dalam persidangan selasa kemarin sudah dibuktikan uang yang ada di rekening J (Yosua) dan RR (Ricky Rizal) itu hanya untuk keperluan biaya kebutuhan rumah tangga di Jakarta dan Magelang,” kata Arman Hanis, Kamis (24/11).

Dia menyebut tidak ada maksud lain dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawati untuk pemakaian nama ajudan dalam pembuatan rekening itu.

Arman Hanis mengatakan itu sudah terbukti di persidangan melalui mutasi rekening bank.

“Kan sudah dijelaskan dalam persidangan oleh RR, FS maupun Bu PC dan keterangan pihak BNI, mutasinya untuk pembayaran-pembayaran keperluan rumah tangga,” kata Arman.

PPATK Harus Segera Usut!

Pakar tindak pidana pencucian uang, Yenti Garnasih, menilai aparat penegak hukum harus mendalami pengakuan terdakwa pembunuhan berencana Ferdy Sambo yang menyimpan uang dengan alasan buat keperluan rumah tangga di rekening milik 2 ajudannya.

Sebab, Ferdy Sambo mengakui dalam persidangan memang menyimpan uang sekitar Rp 450.000.000 di dalam 2 rekening ajudannya itu.
Menurut Yenti, aparat penegak hukum sudah seharusnya bertindak buat menelusuri apakah ada dugaan pelanggaran pidana lain di balik keputusan Sambo yang menyimpan uang dalam jumlah besar dalam 2 rekening ajudannya.

“Tentu harus didalami. Pintu masuknya adakah pelanggaran hukum yang lain selain 340 KUHP,” kata Yenti sebagaimana dilansir Kompas.com, Kamis (24/11).

Menurut Yenti, transaksi perbankan dari Ferdy Sambo ke dalam 2 rekening ajudannya itu harus dicurigai karena ada potensi dugaan tindak pidana pencucian uang.

Walau terdakwa mengklaim uang itu buat kebutuhan rumah tangga, akan tetapi, Yenti menyoroti kejanggalan lain yakni pelibatan ajudan Ferdy Sambo buat mengurus tugas rumah tangga.

“Tentu tidak biasa ada transfer sebesar itu. Dari mana (uangnya)? Untuk apa? Adakah TPPU-nya?” ucap Yenti yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles