Selasa, 21 Mei 2024
spot_img

Qatar Akui 500 Buruh Migran Tewas saat Pengerjaan Proyek Piala Dunia 2022

BERITA TERKAIT

Ketua Piala Dunia 2022 Qatar, Hassan Al-Thawadi, mengakui, 400 hingga 500 buruh migran meninggal dunia saat melakukan pengerjaan proyek infrastruktur terkait ajang bergengsi tersebut.

“Perkiraannya sekitar 400, antara 400 dan 500. Saya tidak punya angka pastinya. Itu sudah dibicarakan. Satu kematian terlalu banyak, sesederhana itu,” ujar Al-Thawadi dilansir CNN, Selasa (29/11).

Kabar mengenai tewasnya para buruh ini menjadi sorotan setelah The Guardian merilis laporan dugaan 6.500 buruh meninggal usai Qatar ditetapkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Selama mempersiapkan Piala Dunia, Qatar membangun tujuh stadion, hotel, dan memperluas bandara negara, jaringan kereta api, serta jalan raya.

Pemerintah Qatar selalu mengaburkan kabar kematian buruh itu. Awal November, seorang pejabat mengatakan kepada CNN bahwa memang ada puluhan kematian buruh yang membangun stadion Piala Dunia.

Namun, hanya tiga di antaranya yang terkait dengan pekerjaan mereka membangun stadion Piala Dunia. Sementara itu, 37 kematian lainnya tak berkaitan dengan pekerjaan para buruh.

Jumlah itu lalu ditegaskan kembali oleh juru bicara Komite Tertinggi Qatar untuk Pengiriman dan Peninggalan (SC).

Ia menegaskan bahwa berdasarkan data statistik nasional, keseluruhan kematian buruh terkait pekerjaan mencapai 414 pada periode 2014-2020. Itu pun dari semua sektor, bukan hanya Piala Dunia.

Angka ini berbeda jauh dari laporan The Guardian yang mengungkap 6.500 pekerja migran asal Asia Selatan meninggal di Qatar sejak negara itu ditetapkan menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2010.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles