Sabtu, 2 Maret 2024
spot_img

Hotman Paris Hutapea: Pasal dalam KUHP Baru Banyak yang Tak Mengandung Logika Hukum

BERITA TERKAIT

Advokat senior, Hotman Paris Hutapea, menilai, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang dirancang pemerintah dan baru saja disahkan DPR dalam Sidang Paripurna pada pada Selasa (6/12) lalu, masih memuat banyak pasal-pasal yang bermasalah dan tidak mengandung logika hukum, bahkan di zaman modern saat ini.

“Terlalu banyak pasal-pasal dalam KUH Pidana yang Anda sahkan itu banyak tidak mengandung logika hukum sama sekali dan kewajaran di zaman modern ini,” kata Hotman seperti dikutip dari video Instagram yang diunggah melalui akunnya, Kamis (8/12).

“Saya yang sudah praktik hukum hampir 40 tahun sangat tidak mengerti di era modern ini masih produk hukum seperti itu,” imbuhnya.

Menurut Hotman, salah satu yang bisa berdampak atas penerapan KUHP baru itu adalah turis mancanegara yang akhirnya takut untuk datang ke Indonesia. Dia juga menyinggung rakyat Indonesia yang terimbas dari kebijakan tersebut.

“Para anggota DPR lihat tuh, gonjang di mana-mana para turis segan datang ke Indonesia dan akhirnya rakyatlah yang secara ekonomi yang menanggung akibat perbuatan saudara-saudara,” tegas Hotman.

Oleh karenanya, ia meminta agar KUHP yang baru saja disahkan itu untuk segera dibatalkan.

“Kasihan rakyat, batalkan itu, rakyat yang akan menanggung akibatnya, ekonomi Indonesia akan menanggung akibatnya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyindir bahwa sebagian besar anggota DPR yang mengesahkan RKUHP tersebut bukanlah ahli hukum pidana. Padahal, menurut Hotman, KUHP itu sendiri penuh dengan analisa dan muatan filsafat hukum yang sangat dalam.

Sebelumnya, DPR RI resmi mengesahkan RKUHP menjadi undang-undang pada Selasa (6/12). Pengesahan itu dilakukan di tengah penolakan publik yang menilai KUHP baru itu memuat banyak pasal kontroversial dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) hingga kebebasan berpendapat.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles