Selasa, 21 Mei 2024
spot_img

Ribuan Karyawan New York Times Ancam Mogok Kerja

BERITA TERKAIT

Karyawan New York Times, termasuk wartawannya mengancam mogok kerja selama 24 jam setelah manajemen dan serikat pekerja gagal mencapai kesepakatan untuk kontrak kerja baru.

Mogok akan dilakukan oleh lebih dari 1.100 karyawan setelah kegagalan kesepakatan untuk kontrak kerja baru yang dinegosiasikan lebih dari 1,5 tahun terakhir.

“Sangat mengecewakan. Mereka mengambil tindakan seperti itu (mogok),” kata Presiden dan Kepala Eksekutif New York Times Meredith Kopit Levien dilansir CNN Business, Kamis (8/12).

“Komitmen kami sangat jelas yang telah kami tunjukkan untuk menegosiasikan jalan menuju kontrak yang akan memberi wartawan The Times kenaikan gaji yang substansial, keuntungan menjadi pemimpin pasar, dan kondisi kerja yang fleksibel,” lanjutnya lewat email ke perusahaan.

NewsGuild of New York, yang mewakili jurnalis dan staf lain di The Times mengatakan bahwa aksi mogok lantaran kegagalan perusahaan melakukan tawar-menawar dengan itikad baik, memenuhi tuntutan mereka.

Aksi mogok ini belum pernah dilakukan oleh karyawan di surat kabar yang tercatat beberapa dekade terakhir. Aksi ini dikhawatirkan banyak media kehilangan staf mereka, termasuk juga menciptakan tantangan bagi organisasi berita yang diandalkan jutaan pembaca di dunia.

Seorang eksekutif di The Times yang enggan disebut namanya mengakui bahwa mogok pasti akan menimbulkan kesulitan. Tapi manajemen telah bersiap dan mengandalkan sumber daya dari media lainnya, seperti staf internasionalnya yang bukan bagian dari serikat pekerja.

Levien juga memastikan bahwa The Times memastikan memenuhi kewajiban kepada pembaca dan masyarakat umum dengan tetap melaporkan berita semaksimal mungkin pada saat aksi mogok dimulai Kamis malam ini.

Sementara, beberapa staf The Times justru mendesak pembaca mereka untuk tidak membaca konten selama aksi mogok berjalan. “Kami minta pembaca tidak terlibat dalam platform New York Times mana pun, besok, dan berdiri bersama kami. Baca berita lokal, dengarkan radio publik. Buat sesuatu dari buku masak,” tegas Amanda Hess, Kritikus Surat Kabar melalui akun Twitter.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles