Kamis, 20 Juni 2024
spot_img

Wanita 97 Tahun Bekas Sekretaris Kamp Nazi Didakwa Dua Tahun Penjara

BERITA TERKAIT

Pengadilan negara bagian Itzehoe, di Jerman menjatuhkan hukuman percobaan selama dua tahun kepada seorang wanita berusia 97 tahun atas perannya sebagai sekretaris komandan SS kamp konsentrasi Stutthof Nazi selama Perang Dunia Kedua.

Wanita bernama Irmgard Furchner itu adalah bagian dari aparat yang membantu fungsi kamp. Ia dianggap memiliki keterlibatan dalam pembunuhan 10.500 orang.

“Dia membantu dan bersekongkol dengan mereka yang bertanggung jawab atas kamp dalam pembunuhan sistematis terhadap para tawanan di sana antara Juni 1943 dan April 1945 dalam fungsinya sebagai juru steno dan juru ketik di kantor komandan kamp,” kata dakwaan pengadilan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (21/12).

Furchner mengatakan kepada pengadilan bahwa dia menyesal atas apa yang telah terjadi dan menyesal telah berada di Stutthof pada saat itu.

Dia diadili di pengadilan remaja karena dia berusia di bawah 21 tahun saat itu.

Stutthof yang awalnya digunakan sebagai tempat pengumpulan orang Yahudi dan Polandia non-Yahudi, berfungsi sebagai apa yang disebut “kamp pendidikan kerja” di mana pekerja paksa, terutama warga negara Polandia dan Soviet, dikirim untuk menjalani hukuman dan kebanyakan dari mereka meninggal di sana.

Sejak pertengahan 1944, puluhan ribu orang Yahudi dari ghetto di Baltik dan dari Auschwitz memenuhi kamp bersama dengan ribuan warga sipil Polandia yang tersapu dalam penindasan Nazi yang brutal atas pemberontakan Warsawa.

Mereka yang dipenjarakan termasuk tahanan politik, tersangka kriminal, dan saksi-saksi Yehuwa; suatu denomintasi Kristen yang memiliki kepercayaan yang terpisah dari Kekristenan.

Lebih dari 60.000 orang dibunuh di sana dengan cara disuntik mati menggunakan bensin atau fenol langsung ke jantung mereka, ditembak atau dibiarkan kelaparan.

Yang lainnya dipaksa keluar di musim dingin tanpa pakaian sampai mereka mati karena terpapar, atau dibunuh di kamar gas.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles