Sabtu, 13 Juli 2024
spot_img

Elon Musk Kehilangan Uang Rp3.128 Triliun dalam Setahun

BERITA TERKAIT

Harta kekayaan Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk hilang US$200 miliar atau Rp3.128 triliun (asumsi kurs Rp15.564 per dolar AS) dalam setahun. Bahkan, Elon disebut sebagai orang pertama di dunia yang kehilangan kekayaan sebanyak itu.

Dilansir dari CNN, Elon Musk saat ini menempati posisi kedua orang terkaya di dunia dengan kekayaan US$137 miliar. Padahal, kekayaannya sempat menyentuh US$340 miliar pada November 2021.

Sebagian besar kekayaan Musk terikat di Tesla yang sahamnya anjlok 66 persen sepanjang 2022. Permintaan Tesla (TSLA) melemah, lantaran persaingan kendaraan listrik semakin kompetitif sejak tahun lalu.

Perusahaan kehilangan target pertumbuhannya dan karena itu harus mengurangi produksi di China.

Bukti anjloknya minat pembeli mobil terhadap Tesla terlihat jelas bulan lalu setelah perusahaan mengumumkan penjualan langka dalam upaya untuk mengosongkan stok. Tesla menawarkan dua potongan harga untuk pembeli yang menerima pengiriman kendaraan sebelum akhir tahun.

Perusahaan awalnya menawarkan diskon US$3.750. Kemudian mereka menggandakan potongan harga menjadi SU$7.500 pada dua minggu sebelum 2022 berakhir.

Pembelian Twitter senilai US$44 miliar oleh Musk juga tidak membantu saham Tesla atau kekayaan pribadi Musk. Ia sebelumnya menjual saham Tesla senilai US$23 miliar sejak ketertarikannya pada Twitter.

Kicauannya di Twitter yang terus-menerus dan perilakunya yang semakin tidak menentu, terutama setelah mengambil alih sebagai CEO di Twitter, telah membuat marah investor Tesla yang ingin Musk lebih memperhatikan perusahaannya yang jauh lebih besar.

Namun, Musk membela diri dari kritik, dengan mengklaim tidak melewatkan pertemuan besar Tesla sejak mengambil tanggung jawab untuk Twitter.

Sejak membeli Twitter, Musk telah membuat sangat sedikit tweet di Tesla, sebuah praktik yang membantunya mendapatkan daya tarik di platform.

Elon Musk malah menggunakan Twitter untuk mengumumkan rencana perusahaan media sosial itu, seperti menerapkan tarif berlangganan US$8 per bulan untuk verifikasi centang biru.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles