Senin, 24 Juni 2024
spot_img

Rizal Ramli: UU Cipta Kerja yang Masuk dalam Omnibus Law Sejatinya untuk Fasilitasi Kepentingan Oligarki

BERITA TERKAIT

Meski Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyatakan bahwa produk legislasi berupa UU Cipta Kerja inkonstitusional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap nekat meneruskan produk Undang Undang tersebut dengan menerbitkan Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjelang penutupan tahun 2022. Alasannya, untuk mengisi kekosongan hukum bagi investor dalam dan luar negeri di tengah himpitan risiko ketidakpastian global.

Padahal, keputusan MK sudah sangat jelas, yakni, pemerintah harus merevisi UU Ciptaker dan menangguhkan segala kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas selama dua tahun.

Namun, alih-alih melakukan perbaikan terhadap undang-undang tersebut, pemerintah justru menerbitkan Perppu yang kini mendatangkan berbagai kontroversi.

Tokoh Nasional Rizal Ramli menilai, ngototnya pemerintah untuk segera menjalankan UU Cipta Kerja melalui terbitnya Perppu dinilai tak lepas dari upaya memfasilitasi kepentingan oligarki.

Menurut Rizal Ramli, keberadaan UU Cipta Kerja yang masuk ke dalam omnibus law ini sejatinya untuk pengusaha tambang.

“Kenapa ngotot banget menabrak konstitusi dan undang-undang? Karena salah satu bagian penting dalam UU Omnibus adalah perpanjangan otomatis konsesi-konsensi tambang selama 2 kali 10 tahun! Itulah dagingnya,” kata Rizal Ramli.

Rizal Ramli juga mengatakan terbitnya Perppu Cipta Kerja merupakan pelecehan terhadap putusan MK.

“Perppu Ciptaker jelas pelecehan terhadap putusan MK. Miris sekali Mahfud sebagai mantan Ketua Hakim MK bukannya mencegah tapi malah bersekongkol memperlemah konstitusi,” tutur Menko Ekuin era Pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

Rizal Ramli mengaku sangat sedih ketika menyaksikan hal seperti ini terjadi kembali. Pasalnya, bobot intelektual seseorang harus luntur ketika berhadapan dengan kekuasaan.

“Saya kadang-kadang sedih membaca beginian. Ternyata bobot intelektual kawan saya Mahfud semakin merosot. Luntur di ‘mesin cuci kekuasaan’. Ironi,” katanya.

Rizal Ramli juga mengomentari pernyataan Mahfud MD terkait terbitnya Perppu tersebut. Mahfud MD mengatakan bahwa semua orang akan berubah setelah menyentuh kekuasaan.

“Omongan kawan saya Mahfud bahwa semua orang akan berubah dari malaikat menjadi iblis setelah masuk kekuasaan adalah penghinaan terhadap sejarah tokoh-tokoh besar Indonesia,” katanya.

Omongan tersebut, kata Rizal Ramli, hanya menjadi pembenaran terhadap pelanggaran hukum dan konstitusi.

“Omongan tidak bermutu itu jadi pembenaran terhadap berbagai ketidakadilan, pelanggaran hukum dan konstitusi — tidak memberi contoh dan cahaya terang bagi generasi muda Indonesia. Miris,” ujar Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengatakan, pernyataan Mahfud MD tersebut tidak usah dilandeni karena hanya sekadar menjilat kekuasaan belaka.

“Wong ndak usah diladeni, wong panik karena membela yang tidak benar. Mantan Ketua MK kok melemahkan keputusan MK soal Omnibus Law dengan mendukung Perppu, hanya untuk sekadar menjilat Presiden. Logika kemana, integritas kemana?” tandasnya.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles