Sabtu, 18 Mei 2024
spot_img

12 Demonstran di Peru Tewas saat Serbu Bandara

BERITA TERKAIT

12 demonstran di Peru tewas usai bentrok dengan aparat dan demonstran ketika para pengunjuk rasa hendak menyerbu bandara di Kota Juliaca, Peru, pada Senin (9/1).

Seorang pejabat di Rumah Sakit Calos Monge mengungkapkan adanya luka tembak di tubuh para demonstran yang tewas itu.

Kejadian itu menambah catatan 34 orang tewas dalam demonstrasi akibat krisis politik di Peru dalam beberapa bulan belakangan.

“Yang terjadi di Peru adalah orang saling bunuh. Saya meminta semuanya tenang,” ujar Wali Kota Juliaca, Oscar Caceres, seperti dikutip AFP.

Peru memang sudah terjerumus dalam konflik politik berkepanjangan dalam beberapa bulan terakhir. Belakangan, para demonstran meminta Presiden Dina Boluarte mundur.

Boluarte sendiri baru dilantik untuk menggantikan Pedro Castillo yang dimakzulkan pada 7 Desember lalu. Ia dilengserkan ketika berupaya membubarkan parlemen dan memerintah berdasarkan dekrit.

Aparat langsung menahan Castillo ketika sang mantan presiden dalam perjalanan menuju kedutaan besar Meksiko untuk mencari suaka.

Sepeninggal Castillo, Peru masih terus membara. Warga menuntut Boluarte mundur dan menggelar pemilu lebih cepat.

Awalnya, Peru seharusnya menggelar pemilu pada 2026. Guna meredam amarah demonstran, Boluarte sempat mengajukan percepatan pemilu menjadi 2024.

Meski demikian, para pengunjuk rasa mendesak pemilu digelar sesegera mungkin. Boluarte pun kembali mengajukan usulan untuk mempercepat pemilu menjadi Desember 2023.

Tak puas, warga tetap turun ke jalan, menuntut pemilu lebih cepat agar mereka dapat memilih pemimpin yang benar-benar diinginkan rakyat.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles