Sabtu, 20 Juli 2024
spot_img

Jelang Berakhir Masa Jabatan, Jokowi Akhirnya Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat di Tanah Air

BERITA TERKAIT

Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Presiden, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengakui adanya kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang terjadi di Tanah Air.

“Dengan hati yang tulus, saya sebagai Kepala Negara RI mengakui bahwa pelanggaran HAM berat memang terjadi di berbagai peristiwa,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Rabu (11/1).

Jokowi menyebutkan 12 kasus pelanggaran HAM berat terjadi di Indonesia. Antara lain, peristiwa 1965-1966, penembakan misterius tahun 1982-1985, tragedi Rumah Geudong di Aceh tahun 1989, penghilangan orang paksa di tahun 1997-1998, dan kerusuhan Mei 1998.

Jokowi mengatakan menaruh simpati dan empati mendalam kepada korban dan keluarga korban. Ia menegaskan pemerintah berusaha memulihkan korban secara adil dan bijaksana tanpa menegasikan penyelesaian yudisial.

“Saya dan pemerintah berupaya sungguh-sungguh pelanggaran HAM berat tidak akan terjadi lagi di Indonesia di masa yang akan datang,” tandasnya.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles