Sabtu, 18 Mei 2024
spot_img

Badai PHK Belum Berlalu, Philips Merumahkan Enam Ribu Karyawan di Seluruh Dunia

BERITA TERKAIT

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) seolah tak berhenti. Kali ini menimpa perusahaan elektronik asal Belanda, Philips yang terpaksa merumahkan enam ribu karyawannya di seluruh dunia pada Senin (30/1).

Chief Executive Officer (CEO) Philips Roy Jakobs menjelaskan, keputusan untuk PHK karyawan terpaksa dilakukan agar perusahaan mampu memaksimalkan keuntungan.

“Ini adalah langkah yang cukup besar dan berdampak, tetapi kami melihat perlu untuk mengatasi kenaikan biaya di seluruh perusahaan dan dunia,” jelasnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Tahun lalu, Philips telah mem-PHK 4 ribu orang, dan tahun ini ditambah menjadi 6 ribu, atau sekitar 8 persen dari para pekerjanya di dunia.

Kenaikan angka PHK disinyalir karena Philips dilanda banyak kerugian akibat perangkat terapi tidur yang diproduksi telah ditarik dari pasar.

Perusahaan itu juga menghadapi risiko tuntutan setelah peneliti menemukan bahwa busa yang rusak pada alat tersebut dapat memicu kanker dan masalah pernapasan.

Philips sudah mulai melakukan penarikan produk sejak Juni 2021 dan biaya kerugian yang harus ditanggung sekitar 885 juta poundsterling atau Rp 16,4 triliun.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles