Selasa, 21 Mei 2024
spot_img

Perusahaan Anak Jokowi Hindari Pajak?

BERITA TERKAIT

SOAL pajak sedang menjadi isu yang sangat menarik belakangan ini. Kaya rayanya para pejabat yang terungkap di publik adalah mereka yang menerima suap untuk meringankan kewajiban pajak orang tajir. Masih banyak oknum semacam ini yang belum terungkap. Jadi peringanan pajak bagi orang kaya sebenarnya illegal di Negara ini, makanya orang kaya banyak lari ke luar negeri mencari surga pajak.

Salah satu surga pajak di dunia adalah Caymand Island. Di daerah yang terletak di wilayah luar negeri Britania Raya, tepatnya di Laut Karibia itu memang tidak mengenakan pajak apapun terhadap entitas bisnis dan perorangan. Tempat itu menjadi favorit perusahaan multi nasional, karena tidak ada pajak korporat, tidak ada pajak properti, tidak ada pajak capital gain, pajak penghasilan sangat rendah (2%), dan kemudahan pajak lainnya.

Dalam dokumen di bawah ini disebutkan sebuah perusahaan yang Bernama Alpha JWC Ventures beralamat di Caymand Island. Dalam dokumen yang terlihat sebagai dokumen SEC (semacam otoritas keuangan AS) ini disebutkan bahwa pendirian Alpha JWC Ventures dilakukan di yurisdiksi Cayman Islands, dengan alamat pertama di 121 Church Street, Kota Grand Cayman; dan alamat kedua di Ugland House. Kedua alamat ini adalah juga alamat bagi tiga orang pendiri, yang ditulis di dokumen SEC ketiganya menjabat jabatan yang sama sebagai “Director of the General Partner of the General Partner”: Willing Ongkowidjaya, Chandra Tjan, dan Jeffrey Joe.

Alpha JWC Ventures adalah perusahaan venture capital yang menyalurkan dana sebesar USD 5 juta (Rp 70 miliar) ke Goola dan USD 11 juta (Rp 165 miliar) ke Mangkokku, keduanya adalah perusahaan rintisan milik anak-anak Presiden Jokowi.

Berdasarkan riset kami, Alpha JWC Ventures diketahui melakukan penggalangan dana (fund raising) sebanyak tiga kali: I) 6 Januari 2016 (USD 50 juta); II) 3 Juli 2018 (USD 123 juta), dan III) 20 September 2021 (USD 433 juta). Sehingga total dana yang berhasil digalang Alpha JWC Venture sebesar USD 606 juta. Jumlah investasi yang dilakukan sebanyak 98 investasi, dengan 43 merupakan “lead investment”. Alpha JWC Ventures tercatat melakukan exit dari lima investasinya.

Sumber dana Alpha JWC Venture ke-I sebesar USD 50 juta pada tanggal 6 Januari 2016 tidak menutup kemungkinan berasal dari modal pendiri saat didirikan di Caymand Island. Darimana asal dana awal Alpha JWC Ventures ini? Apakah dari korporasi besar yang menghindari pajak di Indonesia? Institusi penegak hukum seperti KPK atau PPATK sekalipun mungkin tidak memiliki kemampuan untuk mengetahuinya secara pasti.

Sumber dana Alpha JWC Venture ke-II sebesar USD 123 juta pada 3 Juli 2018 berasal dari NS Solutions Corporation (anak perusahaan Nippon Steel). Pada keterangan resmi di situs Nippon Steel (https://global.nssol.nipponsteel.com/id/en/press-room.php), disebutkan bahwa investasi NS Solutions di Alpha JWC Ventures ditujukan kepada perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia dan ASEAN.

Sumber dana Alpha JWC Ventures ke III sebesar USD 433 juta pada 20 September 2021 berasal dari empat lembaga : 1) Morgan Stanley AIP; 2) International Finance Corporation; 3) Horizons Ventures (venture capital miliki taipan Hongkong, Li Ka Shing); dan 4) CTBC Bank (Taiwan). Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah Horizons Ventures milik Li Ka Shing.

Li Ka Shing, seperti diberitakan, pada tahun 2017 pernah bertemu Presiden Jokowi di Hongkong dan menjanjikan akan meningkatkan investasi di Indonesia. Pada 17 September 2021, diberitakan bahwa Li Ka Shing menggelontorkan dana sebesar USD 6 miliar untuk membeli saham Indosat Oredoo, dan empat hari kemudian menyuntikkan dana USD 433 juta (bersama 3 investor lain) ke Alpha JWC Ventures untuk berinvestasi ke sektor retail di Indonesia.

Goola

Investasi pertama Alpha JWC Ventures ke perusahaan rintisan anak Presiden adalah ke Goola. Investasi dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2019, nilainya sebesar USD 5 juta. Saat itu sumber dana kelolaan Alpha JWC Ventures bersumber dari modal sendiri yang didaftarkan di Cayman Islands dan NS Solutions. Tapi karena dana NS Solutions hanya untuk investasi ke perusahaan teknologi, maka sangat mungkin dana NS Solutions tidak mengalir ke Goola. Jadi kemungkinan kuat sumber dana investasi ke Goola adalah dana modal USD 50 juta di Caymand Islands.

Dana USD 50 juta ini bersumber dari mana? Tidak dijelaskan, jadi pasti dari modal para pendiri. Siapa saja pendirinya? Salah satunya adalah Chandra Tjan, mantan orang East Ventures, perusahan ventura yang kerap bekerjasama dengan grup Sinar Mas. Grup Sinar Mas dikenal sebagai salah satu perusahaan terbesar di sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia. Bank Indonesia mengeluh tentang tidak kembalinya dana hasil ekspor Indonesia dari luar negeri. Bukan tidak mungkin dana para eksportir sawit seperti Sinar Mas juga parkir di wilayah surga pajak semacam Caymand Islands.

Tapi kedekatan antara Alpha JWC Ventures dan grup Sinar Mas juga semakin jelas. Seperti diberitakan KataData, pada Juli 2022, Alpha JWC Ventures dan Sinar Mas (bersama Grup Ciputra) berkolaborasi berinvestasi sebesar USD 3,8 juta pada startup pengajuan KPR digital yang bernama IDEAL. Maka tidak aneh bila Dosen UNJ Ubeidillah Badrun beberapa tahun lalu pernah menduga bahwa duit investasi ke Goola sebenarnya berasal dari Sinar Mas.

Mangkokku

Investasi berikutnya Alpha JWC Ventures adalah kepada Mangkokku. Nilainya cukup fantastis, total dana yang diinvestasikan selama tiga tahap ke Mangkokku mencapai USD 11,2 juta. Investasi ke Mangkokku tahap pertama adalah sebesar USD 2 juta dilakukan pada 23 November 2020. Sangat mungkin ini adalah dana yang juga bersumber dari Cayman Islands, seperti yang terjadi ke Goola. Tapi yang tak kalah menarik adalah sumber investasi kedua dan ketiga.

Investasi tahap kedua Alpha JWC Ventures ke Mangkokku sebesar USD 7 juta yang dilakukan pada 6 Juni 2022. Menariknya sumber investasi kali ini tidak hanya dari Alpha JWC Ventures, melainkan juga dari grup Emtek dan Cakra Ventures. Grup Emtek seperti diketahui, pada Juli 2022 menjual sahamnya di aplikasi dompet elektronik DANA sebesar USD 200 juta pada grup Sinar Mas (https://www.emitennews.com/news/dilepas-emtek-grup-sinarmas-tanam-modal-usd200-juta-ke-dompet-elektronik-dana). Perhatikan bahwa kedua transaksi investasi ini hanya berjarak sebulan.

Investor ketiga Mangkokku adalah Cakra Ventures, yang diisi oleh para mantan eksekutif grup Indika milik keluarga Sudwikatmono, dengan CEO Arsyad Rasyid. Cakra Ventures baru didirikan pada tahun 2022. Dan baru melakukan investasi sebanyak dua kali, yang pertama ke dompet crypto NOBU dan investasi keduanya adalah ke Mangkokku.

Investasi tahap ketiga Alpha JWC Ventures ke Mangkokku adalah yang paling menarik. Nilainya sebesar USD 2,2 juta dilakukan pada 22 September 2022, dan sumber investornya adalah perusahaan yang bernama PT Karunia Pangan Indonesia. Kami lakukan investigasi ke akta perusahaan PT Karunia Pangan Indonesia, tercatat bahwa perusahaan ini baru berdiri 20 Januari 2022 di alamat Jl. Cempaka Putih Tengah XXVIB no 71A, dengan modal Rp 500 juta saja. Perhatikan, perusahaan yang beralamat di kompleks perumahan dan bermodal Rp 500 juta dapat menggelontorkan dana investasi USD 2,2 juta atau Rp 33 miliar. Tidak dijelaskan darimana PT Karunia Pangan Indonesia yang baru 8 bulan berdiri mendapatkan dana sebesar 60 kali lipat dari modal usahanya tersebut. ***

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles