Mobil Rubicon milik bekas pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, kembali menyita perhatian. Kendaraan yang senilai miliaran rupiah itu diketahui milik seorang cleaning service bernama Ahmad Saefudin yang bermukim di gang sempit kawasan Jakarta Selatan.
Menurut Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Ali, kemungkinan ada indikasi pencatutan nama Ahmad Saefudin untuk menghindari pajak progresif kendaraan mewah Rafael Alun Trisambodo.
“Bisa jadi itu modus menghindari pajak, pajak kendaraan yang lebih dari dua kendaraan itu kena pajak tambahan. Kita juga kadangkala begitu, tapi bukan untuk mengaburkan,” kata Ahmad Ali kepada wartawan, Jumat (3/3).
Ahmad Ali pun meminta KPK untuk menelusuri asal usul Ahmad Saefudin tersebut, apakah ada relasi khusus antara Ahmad dengan Rafael atau tidak.
“Kalau di korporasi itu bisa jadi, pakai nama karyawan. Bisa ditelusuri itu, karyawan bukan (Ahmad). Kalau kemudian tiba-tiba orangnya tidak ada di korporasi atau di circlenya, bisa jadi itu suatu modus kan,” imbuh Wakil Ketua Umum Partai Nasdem ini.
Selain itu, sambung Ahmad Ali, patut diduga juga pencatutan nama Ahmad Saefudin oleh Rafael sebagai modus pencucian uang.
“Atau kemudian, itu suatu modus untuk menggunakan orang, supaya tidak terdeteksi. Bukan hanya menghindari pajak tapi kepemilikan mobil untuk pencucian uang,” pungkas Ahmad Ali.