Sabtu, 20 Juli 2024
spot_img

AKTA Pertanyakan Proses Pemilihan Dirut Bank Sumut

BERITA TERKAIT

Aliansi aktivis kota (AKTA) melakukan unjuk rasa di depan kantor Bank Sumut, Jl. Imam Bonjol No.18, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara. Para pengunjuk rasa mempertanyakan proses pemilihan Dirut PT Bank Sumut yang dinilai janggal.

Koordinator AKTA, Hamza Ramadhan, mengungkapkan, terpilihnya Dirut PT Bank Sumut secara mendadak menghebohkan masyarakat Sumut, terkhusus mahasiswa.
“Pada rapat pemilihan Direktur kemarin sudah dinyatakan untuk diundur dengan waktu yang tidak ditentukan. Tetapi pada tanggal 6 Maret kemarin Dirut baru sudah terpilih. Kami merasa pemilihan direktur ini seperti pemilihan ketua kelas yang semua serba mudah dan gampang. Kami ingin mempertanyakan bagaimana tahap tahap pemilihan Dirut ini?” tukas Hamza.

AKTA, sambung Hamza, juga meminta Dirut baru secepatnya menerima audensi yang sudah diajukan sekitar seminggu yang lalu.

“Kami dari aliansi aktivis kota akan memberikan data data oknum yang kotor yang ada di dalam bank sumut yang banyak merugikan negara,” ujar Hamza.

Terlebih lagi, sambung Hamza, tim audit yang dipimpin Azan Amarudi Siregar dengan NPP.880.160970.011096 yang di ketahui Pjs .Pimpinan Devisi Pengawasan Armin Syahdin Kaban dengan NPP.0671.071267.010694 sudah meminta keterangan kepada para pelaku, dan pelaku pun sudah menyaatakan pembenaran di dalam keterangannya.

“Kenpa tim audit internal dari Bank Sumut ini mandul seolah-olah kasus ini bisa selesai begitu saja tanpa ada sangsi? Apa karena yang terlibat pimpinan mereka, sehingga mereka tidak dapat bertindak tegas? Kan kita juga boleh menduga ada main mata dalam tubuh Bank Sumut. Dan yang kami sayangkan kenapa mereka terus di pelihara di tubuh Bank Sumut,” tuka Hamza.

Pada kesempatan yang sama, Ari Gusti Syahputra selaku Koordinator Pusat AKTA menambahkan, soal kredit macet yang terjadi di Bank Sumut diduga disebabkan oknum KACAB yang bermain di dalam Bank Sumut, sehingga terjadinya kerugian negara.

Ari juga menambahkan bahwa sampai saat ini pihak Bank Sumut tidak merespon dan beranggapan acuh tak acuh soal permasalahan yang terjadi di tubuh Bank Sumut. “Apa karna mereka tidak berani bertemu dengan adik-adik mahasiswa ini?” pikir Ari.

Selain itu, sambung Ari, Direktur Pemasaran lalai menjalankan tugasnya terkait tanggung jawabnya terhadap perijinan mobile banking dan elekronik channel sesuai tatib direksi yang berlaku di Bank Sumut, sehingga merugikan bank sumut dan reputasi Bank Sumut sebagai BUMD.

“Direktur pemasaran telah melanggar UU perbankan dan harusnya dicopot, diblack list sebagai bankir dan di hukum sesuai UU perbankan,” tegas Ari .

“Jadi jelas sesuai tatib, bahwa dirpem dan dirkep lalai menjalankan tugasnya dan melanggar UU TIPIBANK (tindak pidana perbankan) dan UU ITE karena telah mempromosikan mbanking tanpa ijin harus dicopot dan dipidana,” pungkas Ari.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles