Selasa, 21 Mei 2024
spot_img

Rizal Ramli: Pemenang Pemilu 2024 Sudah Diatur Oligarki

BERITA TERKAIT

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang diharapkan bisa melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang terbaik tampaknya masih menjadi mimpi. Pasalnya, sistem yang ada saat ini tidak mengalami perubahan.

Menurut tokoh nasional Dr. Rizal Ramli, pemenang Pilpres 2024 sudah diatur oleh penyelenggara dan penguasa. Bahkan, sambung Rizal Ramli, dana untuk melancarkan skenario itu sudah disiapkan oleh taipan-taipan alias oligarki.

“Lalu didukung oleh perusahaan-perusahaan survey yang kalau kita menyebutnya perusahaan ‘sure-pay‘. Asal kita bayar pasti ratingnya naik yang keluar ya kan, media berbayar, dan sebagainya,” tutur Rizal Ramli dalam tayangan YouTube AhlanQTV yang dikutip Redaksi, Selasa (9/5).

Ini semua, kata Rizal Ramli, akan memompa calon yang digadang-gadang dan uangnya dan ratingnya juga sudah disiapkan, seperti tahun 2019.

“Jadi jangan bermimpi membawa Pilpres 2024 itu akan menghasilkan pemimpin terbaik. Tetapi yang penting itu kita ubah sistemnya,” tegas Rizal Ramli.

Nah, bagaimana mengubah sistemnya? RR pun tegas menyorot sistem yang berlaku di DPR RI saat ini. Di mana anggota DPR sudah dibuat untuk tidak kritis, kalau tidak bisa disebut telah dibungkam.

Padahal, di era Presiden BJ Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid, DPR dikenal kritis. DPR saat itu, menurut RR, lebih berani dan kritis dibanding saat ini.

“Hari ini (DPR) kan sudah jadi Taman Kanak-kanak semua. Karena ketua partainya yang 9 orang dikooptasi sama Pak Jokowi, nah yang anggota DPR yang 575 ya kayak Taman Kanak-kanak saja, karena bosnya sudah diurus. Dikasih proyek, dikasih kredit, anggota DPR-nya itu ya manut saja. Makanya isu apapun yang menyangkut rakyat, anggota DPR ini nyaris tidak berbuat apa-apa,” tutur bekas Anggota Tim Panel Ekonomi PBB bersama tiga peraih Nobel ini.

Rizal Ramli pun menganalisis kenapa anggota DPR di zaman Presiden Gus Dur dikenal lebih berani dan kritis mewakili suara rakyat. Penyebabnya adalah karena mereka tidak bisa dipecat oleh ketua umum parpol. Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, di mana ketua umum parpol bisa memecat kadernya yang jadi anggota DPR setiap saat dengan berbagai alasan.

“Jadi nanti setelah Jokowi enggak jadi presiden lagi lagi, kita ubah lagi ini. Ketua umum partai tidak boleh memecat anggota DPR dari partainya, kecuali yang bersangkutan kena kasus kriminal. Jadi lembaga DPR ini kita hidupkan kembali setelah Jokowi selesai,” tandas Rizal Ramli.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles