Kamis, 20 Juni 2024
spot_img

Ari Martua: Jokowi Gagal Pimpin Negara Karena Abaikan Nilai Pancasila

BERITA TERKAIT

Hari Pancasila sejatinya menjadi momentum bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merenungkan kegagalannya dalam memimpin negara. Sebab, salah satu faktor yang membuat Indonesia mengalami kemunduran adalah para pemimpin selalu mengabaikan kelima sila yang digagas founding father, Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Menurut bekas Presiden Mahasiswa Univ. Tanri Abeng, Ari Martua, salah satu contoh bahwa Jokowi telah melupakan nilai Pancasila adalah keinginannya untuk cawe-cawe dalam pemilihan presiden (Pilpres) di 2024 mendatang.

“Dampak yang akan terjadi bila Presiden turut cawe-cawe dalam Pemilu bisa membuat masyarakat terpecah belah, karena patut diduga Presiden punya kepentingan politik terselunbung, dan tidak netral. Ini jelas menciderai sila ketiga, yakni, persatuan Indonesia,” tegas Ari di Jakarta, Kamis (1/6).

Jokowi sebagai Presiden, sambung Ari, harusnya menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menyelenggarakan pesta demokrasi.

Selain menodai sila ketiga, Ari menambahkan, sikap Jokowi yang membiarkan adik iparnya, yakni, Anwar Usman menduduki posisi sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga melanggar sila kelima, yakni, ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’.

“Jadi, bila Pemilu 2024 selesai, kemudian lawan politik Jokowi dicurangi, lantas mau cari keadilan dimana? Wong Ketua MK-nya saja adik iparnya Jokowi. Ini jelassekali melanggar sila kelima Pancasila,” tandas Ari.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles