Kamis, 20 Juni 2024
spot_img

Legacy Didikan – Ala Beckham dan Rizal Ramli

BERITA TERKAIT

Pertandingan Indonesia vs Argentina sudah berlalu, meski kalah 0-2 tapi itu hasil yang wajar sebab yang dihadapi adalah peringkat 1 dunia. Katanya kalau Lionel Messi main, mungkin Indonesia bisa kalah lebih dari dua gol. Messi emang kagak datang, salah satu alasannya karena mempersiapkan diri main di Inter Miami Florida, Amerika Serikat. Dua MNC dunia Adidas dan Apple akan jadi sponsor Messi.

Pemilik inter Miami Florida mantan pemain top Manchester United dan timnas Inggris, David Beckham. Doi terkenal dengan tendangan melengkungnya – bend it like Beckham, keren, cool, dan menikah dengan bucinnya, Victoria “Spice Girl“ Beckham.

Couple ini punya way of life dalam mendidik anak-anaknya. Mereka membebaskan anaknya jadi apa saja, ada yang jadi model, fotografer bahkan jadi pemain bola ikut bokapnya.

Couple ini punya tiga anak laki-laki dan satu perempuan, tapi hanya satu anak mereka, Romeo, jadi pemain bola. Romeo Beckham, mungkin sebangsa sama lu, lahir 1 September 2002. Doi kini main di klub liga 1 Inggris Bradford B, tim U under 21 atau cadangan.

Beda sama bokapnya. David Beckham memulai karir profesionalnya langsung masuk Manchester United 1992, saat umurnya masih 17 tahun. Tapi coba lu googling, David Beckham seems happy with what he achieved. He really proud and happy.

Cara seorang Beckham yang rada rada crazy rich and mendidik anaknya dengan unconditional father’sbokap tanpa syarat, sayang sama anaknya tanpa syarat. A father’s love is like no other: it’s unconditional, strong, and everlasting. it’s legacy.

Btw, ihwal unconditional father’s dan kasih legacy untuk anak-anaknya, gua remind Bang Rizal Ramli (RR). Anaknya kagak usah seperti doi, kagak harus jadi ahli ekonomi, kagak harus jadi aktivis di lapangan, kagak harus jadi pejabat negara, kagak harus famous, apalagi mikirin anaknya jadi komisaris atau direksi di perusahaan relasi konconya.

Sikap Bang RR lebih mendorong siapapun dari generasi anaknya, gen milenial dan Gen Z untuk jadi anak muda yang berani bela rakyat kecil, kritis untuk memiliki masa depan yang cerah, pemimpin bangsa masa depan! Yang penting Gotta Glo Up One Day. Right bang?

Cause gini, ada banyak politikus yang mungkin agak maksa anaknya ikut jejak mereka, bahkan ngajarin anaknya boleh apa aja asal tujuan tercapai. Ghosting boleh, nipeng boleh, pansos alright, pakai Buzzer plus Sure-pay (bukan survey). OK. Bikin dinasti politik? Ya why not? Dulu ada yang sempet bilang, nggak mikirin, terserah anaknya jadi apa aja. Sekarang, mumpung kuasa kali ye? Satu, dua eh mungkin tiga anaknya udah jadi atau bakal pemimpin daerah? A little bit freaky? Cuma ada yang belain, ini mah bukan politik dinasti because udah beda KK alias Kartu Keluarga? it’s legacy? Menurut lu?

Oleh Tulus Sugiharto, Pemerhati Sosial Politik.

 

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles