Selasa, 21 Mei 2024
spot_img

Mahasiswa Siap Turunkan Paksa Jokowi Kalau Terus Cawe-cawe di Pilpres 2024

BERITA TERKAIT

Menuju akhir masa jabatan sebagai Presiden di periode kedua, Joko Widodo (Jokowi)  semestinya sadar diri akan dosa-dosanya yang tiada hentinya disuarakan mahasiswa. Sejatinya, mantan Walikota Solo itu mulai fokus bertaubat dan menyelesaikan masa periodenya dengan menyiapkan warisan selanjutnya.

“Jokowi harus fokus menyelesaikan tugasnya sebagai presiden, bukan malah terlibat secara praktis yang tidak ada gunanya bagi masyarakat cawe-cawe ke calon-calon yang hadir namanya dalam survey untuk melanggengkan kekuasaanya,” tegas Sekjen Sema Univ. Paramadina, Afiq Naufal dalam keterangan pers, Rabu (28/6).

Afiq mengingatkan, seharusnya Jokowi melakukan hal penting untuk bangsa dan negaram minimal karena telah merusak banyak hal, bayar tuntas janji-janji pemilu sebelumnya. Mulai dari janji tuntaskan pelanggaran HAM, kebebasan ekspresi seluas-luasnya, stop utang luar negeri, swasembada pangan, revolusi mental, tidak akan naikkan BBM, tidak impor garam, bahkan menghindari politik dinasti semuanya tidak ada yang tertepati, dan masih banyak lagi janji yang semuanya hanya dusta.

Menurut Afiq, hingga saat ini nyatanya tidak ada titik terang janji-janji itu akan ditebus malah beberapa telah dikhianati. Belum lagi maraknya produk hukum bermasalah yang karakternya secara formil memakai tangan kekuasaan otoriter dan pro oligarki. Utang negara yang terus melambung tinggi bahkan tercatat terakhir menyentuh di atas Rp7000 triliun.

“Warisan IKN investasinya hingga kini masih nol besar. Menteri-menterinya di akhir masa jabatan seperti ini bisa-bisanya menjadi tersangka korupsi. Dan Mahasiswa yang bersuara kritispun tidak ubahnya terus dikriminalisasi. Jokowi semestinya fokus menyelesaikan ini,” tegas Afiq.

Dengan dia turun endorse sana-sini atau cawe-cawe malah membuat masyarakat kian gerah dan berujung skandal penggunaan fasilitas negara milik rakyat dan instrumen kekuasaan seperti hukum dieksploiasi untuk kepentingan kekuasaannya semata. Melanggengkan kepetingan keluarganya semata.

“Pak Jokowi sudah sewajibnya sadar dosa-dosa besarnya itu harus segera ditebus terlebih dahulu dibanding menuruti kepentingannya. Dan satu-satunya cara untuk menebus itu adalah dengan diadili dalam sidang pengadilan rakyat. Kalau nyatanya masih sibuk mengurus kepentingan politik praktisnya mahasiswa akan siap turunkan paksa Jokowi dari jabatannya. Bagaimanapun caranya. Sebab ini soal masa depan generasi kami,” pungkas Afiq.

 

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles