Selasa, 21 Mei 2024
spot_img

Prabowo Minta Buruh Nggak Tuntut Naik Gaji, Said Iqbal: Aneh, Mau Jadi Presiden Kok Nggak Ngerti Soal Konsepsi Upah Minimum

BERITA TERKAIT

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menanggapi pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang meminta para buruh jangan selalu menuntut kenaikan upah. Pihaknya tidak sependapat dengan pernyataan Prabowo karena dianggap keliru. Ia juga menyinggung peraturan International Labour Organization (ILO).

“Menyikapi pidato Capres Prabowo Subianto, Partai Buruh tidak sependapat, keliru. Cara menjawabnya calon presiden Pak Prabowo keliru, upah minimum atau minimum wage itu ada hukum internasionalnya. Kalau nggak salah tolong dikoreksi itu ILO 133 dan itu naiknya tiap tahun. Jadi siapa bilang cuma Indonesia yang naiknya tiap tahun? Seluruh dunia naiknya tiap tahun kalau mengacu peraturan ILO 133 tentang upah minimum,” ujar Said Iqbal yang juga dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dalam konferensi pers, Jumat (10/11).

Said Iqbal kemudian menjelaskan soal upah minimum yang menjadi jaring pengaman (safety net). Penetapan upah minimum dilakukan agar buruh tak miskin.

“Upah minimum itu safety net atau pengaman. Pak Prabowo gak ngerti soal konsepsi upah minimum. Upah minimum bukan produktivitas itu namanya upah berkala. Upah minimum tidak memandang produktivitas, negara melindungi agar buruh aman supaya tidak absolut miskin. Itu yang disebut upah minimum,” imbuh Said Iqbal.

Lebih lanjut, Said Iqbal mengatakan soal penetapan upah mininum yang mencakup inflasi hingga pertumbuhan ekonomi.

“Kedua adalah standard living cost atau survei hidup layak. Jadi Prabowo nggak bisa kaitkan dengan subsidi. Itu hal lain. Jadi bukan berarti ada subsidi tidak naik setiap tahun. Pendapat tersebut keliru. Kalau capres mengabaikan kepentingan buruh pada pemilu, kalah. Siapapun, mau tiga-tiganya, kalah,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo meminta para buruh agar tidak banyak menuntut kenaikan upah kepada pengusaha, terlebih jika perusahaan tersebut sedang dalam kondisi ‘buntung’. Hal itu disebut bisa memberatkan dan membuat pengusaha lari ke negara lain.

“Buruh kau udah dapat ini, ini, ini, angkutan akan kita bebaskan supaya kau kerja juga ringan. Ya sudah dong jangan kau tuntut-tuntut pengusaha (naikkan upah). Kalau tidak untung pengusahanya bisa pindah ke Bangladesh, ke mana ke mana,” kata Prabowo dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (8/11).

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles