Minggu, 21 Juli 2024
spot_img

PDIP Tak Tegas Pada Jokowi dan Gibran Akibatkan Elektabilitas Ganjar-Mahfud Anjlok

BERITA TERKAIT

Tingkat keterpilihan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD stagnan akibat sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tidak tegas kepada Presiden Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka.

“Lihat saja pemecatan Gibran dan Bobby tak jelas dan tak tegas. Soal status menteri PDIP juga apakah benar-benar loyal kepada Jokowi atau terpaksa bertahan,” kata pengamat politik Citra Institute, Efriza dilansir dari RMOL, Rabu (22/11).

Belum lagi, sambung Efriza, sikap elite-elite PDIP terhadap Jokowi dan Gibran terkesan plin plan, karena antara satu kader dengan yang lainnya punya pandangan yang berbeda.

“Di satu sisi, elite teratas PDIP memilih berkomentar menjadi negarawan, sejuk, berusaha memaafkan perilaku Jokowi dan Gibran meski tak melupakan, seperti Puan Maharani,” tutur dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) ini.

“Tapi di sisi yang lain, elite papan tengahnya, malah bersikap menyerang figur Jokowi dan Gibran, namun secara bersamaan kemudian berusaha diralatnya,” lanjut Efriza.

Namun, Efriza menganggap keterpilihan Ganjar-Mahfud yang tidak membaik, malah berpotensi disusul pasangan capres-cawapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang terbilang naik karena sudah di atas 20 persenan.

Dia meyakini, hal tersebut ditopang sikap Ganjar dan Mahfud yang terus mengkritik Jokowi dan juga Gibran, yang dia duga telah memanfaatkan instrumen kekuasaan sebagai upaya pencalonan hingga pemenangan Pilpres 2024.

“Perilaku yang tak disukai publik berikutnya adalah sikap Ganjar. Yang hanya asyik menyerang Jokowi dan Gibran, sedangkan ia lupa menawarkan gagasan, program kerjanya,” tukas Efriza.

“Ganjar malah asyik sebagai analisis dalam peristiwa politik ketatanegaraan, bukan sebagai capres,” tandas Efriza.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles