Minggu, 21 Juli 2024
spot_img

Butet Kertaradjasa Diintimidasi, Setara Institute: Sikap Aparat Berlebihan

BERITA TERKAIT

Aparat kepolisian dinilai telah bersikap berlebihan dalam kasus intervensi pertunjukan seniman Butet Kertaradjasa.

“Saya melihat ada kegamangan di tubuh aparat keamanan melihat suhu politik yg memanas. Ada kekuatiran situasi politik menjadi tidak terkendali, karena pihak yg berkompetisi cenderung menggunakan bahasa verbal yang provokatif dan berpotensi konflik antar pendukung,” kata Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos dalam keterangan tertulis, Rabu (6/12).

Sebelumnya, seniman Butet Kartaredjasa mengaku diperintah untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk tidak membahas unsur politik dalam pentas seni “Musuh Bebuyutan” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Pentas itu adalah agenda tahunan yang digelar oleh Forum Budaya Indonesia Kita yang memasuki tahun ke-41. Tahun ini, tema pentas mengusung pertarungan politik yang terjadi di antara dua pihak yang sebelumnya bersahabat.

“Disinilah mereka mencoba “menekan” para social influencer, agar tidak memperkeruh situasi. Tapi cara aparat keamanan itu berlebihan dan justru menimbulkan reaksi balik,” ujar pria yang akrab disapa Coki ini.

Sosok Butet memang tidak asing dengan intervensi. Namun Coki melihat, jika ada kritik yang disampaikan, tentu memiliki maksud yang baik. “Figur seperti Butet memang diketahui kritis dan acap melakukan kritik dalam bentuk satire. Tapi kritik yang dilakukannya untuk membangun tata kehidupan yang lebih baik bukan untuk destabilisasi apalagi berkeinginan menghancurkan,” terang Coki.

Dengan adanya pembatasan, alasan keamanan maupun lainnya, Coki masih berharap akan kebebasan berekspresi dan ruang untuk menyampaikan kritik. “Memang betul, kita melihat ada regresi dalam kualitas demokrasi saat ini, tapi ini kontekstual. Kekuatan pengimbang tetap memiliki ruang untuk bersuara dan menekankan tuntutan sosialnya,” ungkapnya.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles