Sabtu, 20 Juli 2024
spot_img

Intimidasi Aparat Terhadap Butet Kertaradjasa Rusak Iklim HAM dan Bangkitkan Memori Orde Baru

BERITA TERKAIT

Intimidasi yang dilakukan aparat keamanan terhadap seniman Butet Kertaradjasa merusak iklim hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

“Tindakan intimidasi itu tak hanya mencederai kebebasan berkesenian, tapi juga merusak iklim hak asasi manusia khususnya hak atas kebebasan berekspresi,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Jakarta, Rabu (6/12).

Menurut Usman, kebebasan berekspresi, termasuk berkesenian, merupakan hak dasar yang dilindungi konstitusi.

“Ini merupakan hak dasar setiap orang yang dilindungi hukum. Pembatasan terhadap seniman hanya akan merugikan perkembangan kebudayaan dan juga partisipasi masyarakat,” tutur Usman.

Pola seperti itu juga mengingatkan kembali pada apa yang dilakukan oleh rezim Orde Baru.

“Intimidasi kepada seniman ini mengingatkan kita pada era Orde Baru. Kegiatan seni sering menjadi sasaran sensor dan pembatasan. Upaya mengendalikan ekspresi artistik yang kritis bisa dilihat sebagai bentuk kembalinya praktik yang seharusnya ditinggalkan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Usman menyerukan para pihak untuk segera menghentikan praktik intimidasi terhadap seminam. Negara juga harus hadir untuk menjamin kebebasan berpendapat para seniman melalui karya-karya mereka.

Sebelumnya, penulis naskah teater, Agus Noor dan seniman Butet Kartaredjasa diduga mendapatkan intimidasi dari polisi saat menggelar pertunjukan bermuatan satir politik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Butet diminta menandatangani surat yang mencantumkan komitmen penanggung jawab tidak kampanye pemilu, menyebarkan bahan kampanye pemilu, menggunakan atribut partai politik, menggunakan atribut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, dan kegiatan politik lainnya.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles