Kamis, 20 Juni 2024
spot_img

Begini Kronologi Pembubaran Rapat Konsolidasi Mahasiswa Oleh Preman

BERITA TERKAIT

Mahasiswa Trilogi, Muhammad Said Al Hariri, membenarkan adanya intimidasi yang dialami mahasiswa saat melakukan konsolidasi untuk persiapan unjuk rasa.

Awalnya, sebut pria yang karib disapa Al ini, konsolidasi dilakukan di Universitas Trilogi. Namun, pihak kampus tidak mengizinkan. Dengan demikian, sambung Al, diskusi yang mengusung 4 tuntutan dan 10 isu tersebut terpaksa dilakukan di Balai Warga dekat Kampus.

“Kampus kita tidak memberi izin, akhirnya kita memberi izin ke Balai Warga dekat kampus, nah akhirnya diizinkan,” kata Said dalam kanal YouTube PBHI_Nasional, Minggu (4/2).

Saat diskusi hendak berlangsung, Al mengunngkapkan, ada seseorang tak dikenal yang mengaku-ngaku sebagai mahasiswa dan hendak mengikuti diskusi. Namun menurutnya sosok itu tak mampu menunjukkan kartu tanda mahasiswa (KTM).

“Kita tanya KTM-nya, dia enggak bisa membuktikan,” tutur Al.

Pria itu, kata Al, justru marah saat tidak diizinkan masuk. Bahkan, salah satu mahasiswa harus menjadi korban intimidasi secara langsung.

“Dia bilang pembahasannya enggak substansif, enggak jelas abis itu langsung dijedotin (korban) karena dia enggak terima kita enggak kasih masuk,” ungkap dia.

Belakangan, orang yang diduga preman itu justru semakin ramai hingga terdapat 15 orang lainnya. Bukan hanya diskusi diintimidasi, demonstrasi mahasiswa Triologi juga diancam hendak dibubarkan.

“Dia bilang pembahasannya enggak jelas, padahal beliau sendiri enggak ada di dalam. Dalam bahasa singkatnya dia mau ngacak-ngacak kegiatan demonstrasi nanti,” pungkasnya.

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles